<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=6768653&amp;blogName=Cruiser%27s+Tale&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fcruiser2009.blogspot.com%2Fsearch&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fcruiser2009.blogspot.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>



Thursday, October 29, 2009

10:22 PM

Post title : Reminiscing the past
You'll never know the real me.

16 Oktober 2004 - 16 Oktober 2009
13 Oktober 2004, 18.00 WITA;
Hp berdering, telp dari om dullah. Berita menakutkan yg prnah sa dengar. Papi sakit keras, sementara dibawa ke rumah sakit. Seketika itu pula perasaanku bercampur aduk ga menentu. Sa telp2 hp mami, ga diangkat. Sa telp dimas, dia cuma speechless ga bisa ngomong apa2. Sa telp hp papi, yg angkat suster RS.Tugu, trnyata dia lg pake hp papi untuk telp ambulans. Persaanku makin campur aduk. Oh papi ku sayang, what happen 2 u..?? Sa telp tante santy, katanya tante santy sdh telp om idrus yg kebetulan lg di jkt, beliau blg papi kena stroke, kondisinya sdh kritis.. Ya Allah ya Rabbi..

20.00; setelah singgah di tante santy untuk pinjam duit,sa lgsg ke travel, nyari tiket ke jkt yg berangkat paling pagi. Allah membukakan jalan untukku, ada flight lion air yg berangkat besok jam 7 pagi dgn harga yg cukup murah untuk saat itu, 375 ribu. Makasih ya Allah.. Sambil sepanjang jalan aku berdoa, ya Allah, berikan lah aku kesempatan untuk masih bisa melihat papi, masih bisa mencium tangan dan keningnya..

21.30; sampai di t4 kos saat itu, rumah om robby. Sa tau harus atur barang, tapi ga ada kekuatan untuk ngapa2in. Kira2 stengah jam kemudian, satu persatu dtg sahabat2ku; roto, embul, bang tiwok, mamalita, muji. Mereka semua dytg memberi support, dan mereka sepakat untuk nginap rame2 di rumah mlm itu untuk menemaniku. Makasih buanyak teman2. Emang sih kesannya lebay, tp pd malam itu sa benar2 butuh mereka. Rudi dgn cekatannya lgsg ambilkan koperku, lalu ambil baju2 lemari untuk dimasukkan ke koper. Sa benar2 ga punya tenaga pd malam itu. Sa cuma bisa shalat dan terus berdoa sambil menangis dalam hati, berharap ada mukjizat buat papi, supaya bisa sembuh spt sedia kala. Yeah, wktu itu sa baru mulai coas kodong, apalagi coas di bag neuro, sama sekali belum. Jadi sa ga tau seberapa dhsyatnya itu Hemoragic Stroke. Apalagi yg sudah gcs 3 spt papi.

23.00; tante diana menelpon, panggil ke rumahnya. Dsitu ada om syafi dan tante diana duduk di kursi ruang tengah dgn tampang sedih banget. Mereka menguatkan aku, memberi aku spirit, serta menasihati untuk ihlas dan tawakkal. Ya Allah ya rabbi...

14 Oktober 2004; jam 06.30 WIT; siap2 masuk ke ruang tunggu bandara, setelah berpisah dgn teman2 sahabat yg mengantar ke bandara. Pagi itu juga di jam yg sama, tante santy, om dullah dan ummi berangkat ke jkt ytapi dgn flight yg berbeda. Tujuan mereka sama; membesuk papi.

11.00; tiba di RSCM; ketemu mami di Paviliun Elang, mami dgn tampang kusut, mata bengkak dan pakaian seadanya, langsung memelukku.. Sa msh bisa tahan untuk tidak menangis saat itu. Pelukan mami erat sekali, seolah2 berabad tidak ktmu, pdhal belum sebulan mami baru plg dari makassar, untuk merayakan syukuran S.ked ku. Pas tiba di ICU t4 papi dirawat, ya Allah... Papi terbaring lemah tak sadarkan diri dgn terpasang ventilator. Sa ga bisa berbuat apa2 kecuali menangis di kaki nya. Papi org yg selama ini saya kagumi, sangat saya hormati, sekarang terbaring tak berdaya dgn bantuan ventilator mekanik untuk bertahan hidup. Ya Allah, kuatkan lah kami sekeluarga menghadapi cobaan dari Mu..

15 Oktober 2004; menjalani hari2 yg berat. Duduk mengaji di samping t4 tidur papi di ICU. Satu persatu keluarga dan teman2 papi, para dokter alumni Unhas yg tinggal di jakarta, dtg menjenguk papi serta memberi support pd kami semua.

22.00; kondisi papi mulai memburuk. Kami semua mulai semakin bertawakkal. Jujur aja, pd malam itu aku masih berdoa, mudah2an ada mujizat buat papi, meskipun sebenarnya itu salah. Qta tidak boleh melawan kehendakNya. Saya bahkan sempat meminta kepada residen anestesi yg jaga pd malam itu, untuk melakukan tindakab semaksimal mungkin agar papi bisa bertahan hidup. Meskipun aku tau bahwa itu salah. Apapun yg Allah akan ambil dari qta, qta harus ikhlas. Subhanallah... Selalu ada di lubuk hati kecilku, aku belum siap jadi anak yatim. Subhanallah.. Perasaan yg sebenarnya tidak pantas untuk dipikirkan.

16 Oktober 2004, jam 00.45 WIB; papi dinyatakan meninggal..!! Ya Allah ya Rabbi.. Seketika itu juga pecah tangisku.. Tapi kuusahakan untuk tidak terlalu lama menagis, meskipun sulit. Makasih banyak buat keluarga besarku, om2 dan tante2 saudara2nya mami, yg banyak membantu kami sekeluarga di malam itu. Benar2 tanpa mereka, kami tidak bisa melakukan apa2. Seperti sdh direncanakan sebelumnya, diputuskan bahwa papi akan dikuburkan di makassar. Aku yg paling ngotot memutuskan itu, spy aku bisa selalu mengunjungi makamnya.

16.00; jenazah tiba di makassar, beserta kami sekeluarga. Betul2 terlihat bahwa sangat banyak yg menyayangi papi. Setiba di bandara, bbrp teman2 sejawat dan guru papi, Prof.djauhariah, ikut menjemput di bandara. Suasana haru sangat terasa. Sebelum jenazah dikubur, disemayamkan dulu di rumah nenek Echo, di hamzy. Disana juga sdh banyak Rekan Sejawat papi yg menunggu, untuk memberi penghormatan terakhir pada papi. Subhanallah, sungguh banyak teman2 yg menyayangi papi. Meskipun saat itu aku hampir tidak memperhatikan, tapi menurut temanku, hamnpir semua SpA di makassar dtg melayat saat itu.

17.45; jenazah papi dikuburkan. Cukup banyak yg mengantar untuk melayat saat itu, padahal sdh dekat waktu berbuka puasa. Kasian juga para pelayat, terpaksa mereka berbuka puasa di kuburan hanya dengan aqua gelas. Semoga Allah SWT membalas nilai keihlasan mereka dgn balasan yg setimpal.

Malam ini adalah refleksi tepat 5 tahun meninggalnya papi. Terima kasih ya Allah, Engkau masih memberi kekuatan, ketabahan menjalani segala ujian dariMu. Adikku Dewi yg waktu papi meninggal, masih kuliah, sekarang sudah PTT di maluku. Risma yg waktu papi meninggal, baru semester 3, skrg baru saja menjalani wisuda dokter. Dimas yg waktu papi meninggal, masih SMP, skrg sudah semester 3 di FK Unhas. Dan aku yg waktu papi meninggal, baru mulai coas, skrg sementara menjalani PPDS Anak di unhas. Semua ini adalah karunia dariMu. Terima kasih ya Allah, atas segala karunia ini. Terima kasih juga telah memberi mami kami yg tercinta, kekuatan dan ketabahan untuk membesarkan ke empat anaknya dgn sukses, tanpa bantuan seorang suami. Engkau Maha Pemberi rejeki, Maha Pemberi karunia, dan Maha segalanya. Tiada daya dan upaya melainkan daripada mu Ya Allah.. Dulu waktu mau masuk ppds, sempat saya berpikir untuk masuk bagian lain. Tapi sy merenung, saya bisa sekolah, bisa makan, bahkan bisa bawa mobil ke kampus, adalah berkat jasa seorang Spesialis Anak. Jadi apa salahnya saya coba tes PPds Anak, sebagai bentuk terima kasih dan penghormatan kepada Papi tercinta.

Untuk mami; terima kasih banyak atas kasih sayang kau curahkan untuk kami berempat. Meskipun sy selalu melawan mami karena beda pendapat, tapi mami tetap sabar menghadapiku. Terima kasih mami, mohon maaf karena sampai saat ini saya belum bisa membalasnya. Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak hanya sepanjang pegangan.

Untuk adik2ku Dewi, Risma, dimas; teruslah berjuang untuk menjadi yg terbaik. Meskipun papi sdh tidak ada, tapi qta harus selalu membuat papi bangga pada qta. Kalian bertiga serta mami adalah orang2 terbaik yg saya miliki.

Untuk teman2 seperjuangan CHK crew; terima kasih telah membantu melewati masa2 sulit. Bersama kalian hidup selalu lebih ceria..!! Semoga persaudaraan qta tetap terjalin. Miss u all, guys..

untuk keluarga besarku om-om dan tante-tante serta para sepupu yang tergabung dalam Andi Beso Crew, semoga sosok "om Udin" akan selalu kalian kenang...

Untuk semua pembaca notes ini; pesanku hanyalah sayangilah orang tua kalian, guys. Hormati mereka selalu, sebab qta tidak akan pernah tau, kapan qta tiba2 dipisahkan dari mereka.


Makassar, 15 Oktober 2009, jam 21.05.
Kamar jaga residen RS Labuang baji.
http://www.facebook.com/note.php?note_id=160442275772&comments



PS : Note ini ditulis oleh abangku tercinta (Eka Yusuf Inra) di facebooknya.
Sumpah deh, baca yg pertama kali, kedua kali, bahkan ampe sekarang pun tetap bikin nangis. Apalagi baca semua comment di note itu (67 comments so far dan 33 "likes"). Gua jadi nyadar betapa Papi disayang oleh seluruh keluarga besar. Para sepupu, tante, om dan kakek nenek tercinta, makasi banget untuk semua bantuannya dulu sampai sekarang.

Dari note ini juga, gua baru benar-benar tahu versinya kak Inra tentang meninggalnya Papi 5 tahun yang lalu. Selama ini, dia selalu tampil sebagai abang yang ngemong, pelindung yang paling kuat dan tempat gua berpaling saat kondisi benar - benar tak tertahankan. Dia benar - benar terasa seperti batu karang, tempat bersandar.
Gua lupa bahwa dia juga kehilangan. Bahwa dia bukan hanya kehilangan ayah, tapi juga panutan dan batu sandaran. Sama kayak gua dan yang lainnya.
Dan sisinya yang "human" ini justru bikin gua makin sayang sama dia.
Kak In, tanpa loe sadari, perlahan-lahan loe makin mirip sama Papi. The fiercest protector. One of the peoples that I admire most. Keep up like this, bro. Love u so much. You're the greatest bro a sister could ask for :D.

Papi.....walaupun udah 5 tahun, kehilangan Papi masih terasa berat.
Udah bisa diikhlaskan kok. Tapi tetap aja, saat dikenang lagi, ada rasa sakit di dada kiri yang rasanya gak pernah ilang. But don't worry,dad. That's just because we love u so much. Kami masih bertahan sampai sekarang dan Insya Allah akan terus begitu. Just watch us from up there (^o^).

Dan terakhir, untuk Allah SWT. Tanpa bantuanNya, we're really nothing :D.
Thanks God. I can't say much about YOU coz I know YOU've already know what I wanna say








|



Thursday, August 20, 2009

3:58 AM

Post title : PTT di Kota Tual
You'll never know the real me.

Hehehe....ternyata Depkes udah ada pembukaan PTT baru toh.
Ampe gak nyadar :D
Buat yg keterima ptt, congratz ya. Dan buat yang keterima di kota Tual, Maluku : welcome here.... :D
Trust me, ptt disini enak kok. Apart dari dinas dll, situasi ptt disini menyenangkan.
Apalagi pantai yang bisa didatangin banyak bener :D.
Malah sekarang di Tual udah ada mall pula (walopun lebih mirip superindo sih :D).

Anyway....klo ada yang mo nyari info tentang ptt di tual, let me know ya :D. ke email gua aja : zatinenzer@yahoo.com

Labels: , ,






|



Thursday, April 02, 2009

5:49 AM

Post title : FlaDea : 25 Random Good Things About People
You'll never know the real me.

FlaDea : 25 Random Good Things About People That I Know

Hehehe...awal menerima topik FlaDea ini, gua bingung (dan sejujurnya ampe sekarang juga masih bingung). Masak iya gua musti nyebutin orang - orang yang gua kenal dan tulis satu per satu sifat baiknya? Bisa gak kelar ini postingan.
Tapi ternyata yang dimaksudkan Indah adalah 1 sifat baik dari 25 orang. So...gua putuskan untuk tulis 1 hal (ato mungkin lebih) tentang orang tersebut. Yang gua tuliskan adalah yang pertama terlintas di otak gua tentang orang tersebut.
Walo gitu, kalaupun ada sifatnya yang gua tulis, bukan berarti dia gak punya sifat itu.

1. Papi : What do I need to say? I love everything bout him. So....good things dari Papi adalah he's a great husband (my mom said this) and the best father ever

2. Mami : She's the best mom ever. Yang keren dari Mami, selain bisa jadi nyokap, mami juga bisa jadi teman yang asyik. Bisa diajak clubbing, nontonin gay movie dan melakukan crazy things lainnya. My mom is a funky mom.

3. Kak Inra : he's a great big bro. Punya tanggung jawab yang besar sama keluarga dan sifat protektif yang gede ke adik - adik ceweknya (kadang kegedean sih). Semasa kecil, gua banyak terselamatkan dari hukuman yang parah karena ada kak Inra yang siap "pasang badan".

4. Risma : Having a sister is like having a lifetime bestfriend. Bener banget tuh kalimat. Yang gua salut dari Risma tuh cara berpikirnya yang dewasa (kadang gua mikir mustinya dia jadi kakak aja). Uniknya, dia juga punya sisi childish yang nyeleneh banget yang sampe bikin gua mikir wajar aja klo Allah SWT nentuin gua yang jadi kakak. Satu lagi sifat dia yang gua salut : dia satu dari sedikit orang yang berani berkata jujur sepahit apapun kejujuran itu

5. Dimas : Yang unik pada Dimas adalah otaknya. Cerdassssss banget. Dia bisa dapat nilai bagus tanpa berusaha keras

6. Rizal : I love his care & tenderness. I love the way he could understand me. I love him for just being himself :D

7. Tuwid : Keanggunan dan gayanya yang aristokrat. Itu yang gua salut dari Tuwid. Uniknya, kualitas itu tampaknya sudah mendarah daging dalam dirinya. Ada orang - orang yang belajar untuk jadi anggun dengan kursus segala maca, sementara Wiwid sepertinya udah punya kualitas itu dari lahir,

8. Nata : Kalem, lembut, tapi di sisi lain tampak dingin & gak terjangkau. Dan sama seperti Wiwid, kualitas itu udah bawaan lahirnya Nata

9. Kris : Dia punya kharisma dan wibawa yang dibutuhkan untuk jadi pemimpin. He's a natural leader.

10. Beni : Otaknya yang amat sangat matematis. Ampe sekarang gua gak bisa ngerti gimana caranya Beni bisa menghitung dengan begitu cepat.

11. Adhi : Setia kawan. Itu satu sifat yang sangat menonjol dalam diri Adhi

12. Hans : on time dan konsisten. Hans tipe orang yang sekali berprinsip, susah banget dirubah. Nyebelin kadang - kadang, tapi disisi lain gua selalu kagum sama orang kayak gitu.

13. Retha : Jago masak. Gua percaya jago masak itu juga bakat, bukan hanya kemampuan. Dan Retha emang punya bakat masak yang besar. Umur 6 tahun aja dia udah bisa bikin cake.

14. Ithin : Ithin itu orang yang tabah dan sabar banget. Gua sering merasa tersemangati melihat ketabahan Ithin.

15. Indah : Yang unik dari Indah adalah gaya berpikirnya. She sees the world in a unique way. Dan menjalani hrai-harinya dengan santai. Gua berharap bisa se-relax itu. Oh ya, Indah juga selalu menghargai kehidupan dan selalu percaya that miracle still happen. (bener gak ya penilaian gua ini, Ndah?)

16. Inggar : Sifat misteriusnya Inggar itu nyebelin kadang - kadang, tapi juga bikin salut!

17. Mala : gua suka gayanya yang ceplas ceplos dan cuek. Mala juga orang yang berani ngomong jujur walo kadang jero'.

18. Anna : CERIA.... Itu satu kata yang paling tepat untuk menggambarkan Anna. Udah gitu, gua suka sifatnya yang easy going dan nekat

19. Oline : Dewasa banget dan keibuan banget. kayaknya dari semua temen gua, Oline deh yang paling punya kualitas ini.

20. Stela : pergaulannya luasss banget. Udah gitu, Stela tipe orang yang gak mudah menyerah. Dia pernah jatuh sedalam-dalamnya, tapi kemudian dia bisa bangkit lagi dan sukses. Selain itu, dia partner gila-gilaan yang paling ngerti gua.

21. Rianti : Dia selalu punya caranya sendiri untuk menjaga teman-temannya tetap keep in touch. Selain itu, Rianti itu PD dan gaul abis

22. Devi : entah kenapa, gua bisa klik banget sama Devi. Gua suka sifatnya yang bijaksana, otaknya yang cerdas dan pengetahuannya yang luas

23. Arnaz : Ini juga 1 orang yang klik sama gua dari awal. Arnaz itu enak banget dicurhatin, dalam hal apa pun. Dan gaya pikirnya yang logis sering menghasilkan 1 solusi unik.

24. Noven : Anak ini yang omongannya paling nyambung dalam hal - hal "hitam". selain itu,. Noven pemurah abis dan rela berkorban

25. SP & Eno : mereka berdua adalah orang - orang yang get my feet back on the ground. Enak dicurhatin. Pertemuan dengan mereka selalu menjadi a quality time. Gua suka cara berpikir mereka dan pengetahuan mereka yang luas.





|



Saturday, March 28, 2009

7:15 PM

Post title : FlaDea : 25 Random Things About Me
You'll never know the real me.

FlaDea : 25 Random Things About Me

Hehehe....ternyata susah juga ya menemukan 25 hal tentang diri kita.
So...here's my list :
1. Seorang yang punya banyak mimpi dan masih berusaha merealisasikannya

2. Seorang yang juga sangat mencintai buku

3. Dan karenanya mimpi utamanya adalah punya perpustakaan pribadi terbesar :D

4. Sangat mencintai tazmanian devil dan berharap bisa hidup cuek seperti tazmanian

5. Dan karenanya berharap punya rumah yang punya patung tazmanian devil gede banget yang mulutnya lagi mangap

6. Seorang yang sangat mencintai kebebasan dan karenanya suka iri sama burung yang terbang di langit ato ikan yang hidup lepas di laut

7. Punya impian banyak tentang hidup bebas juga

8. Iri sama Maximum Ride, tokoh manusia burung di cerita fiksi karangan James Patterson

9. Bersyukur banget punya keluarga (dan keluarga besar) yang kompak dan sangat supportive

10. Walaupun sayang dan bersyukur banget sama keluarganya, tapi terkadang merasakan kebutuhan untuk menyepi dari keluarga itu. So...gua pengen PTT bukan karena gak sayang lagi sama keluarga, tapi cuma pengen menyendiri dari mereka aja sebentar

11. Pada dasarnya gua adalah orang yang introvert. So...walaupun oke aja dengan keramaian, tapi gua selalu butuh keheningan at the end of the day. Karena gua merasa bahagia dan nyaman dengan kesendirian itu

12. Saking introvertnya, waktu kecil sempat dikira autis (hahaha...)

13. Sering dikira jutek pada awalnya (walopun sebenarnya emang bener. ..hehehe)

14. Bersyukur punya teman dan sahabat yang selalu mendukung

15. Pecinta warna hitam, putih, biru dan kuning. Saking cintanya, sampai pengen punya rumah dengan cat warna biru dan kuning serta perabot warna hitam dan putih (biarin deh gak nyambung juga ;p)

16. Orang yang amat sangat tidak kretaif dalam hal seni

17. Tahan dingin tapi sangat gak tahan panas. Gua berdiri 5 menit aja outdoor di Jakarta udah langsung berkeringat. Tapi ditaro dalam suhu kamar 17C dalam kamar ber-AC semalaman tenang-tenang aja. Bahkan bisa tidur tanpa selimut.
Makanya....gua paling males liburan ke pantai

18. Sepertinya punya penyakit peter pan syndrome, karena selalu pengen berada di dunia kanak-kanak

19. Punya alergi kronis, termasuk alergi kosmetik. Makanya gua suka males pake-pake kosmetik daripada ntar kulit gua alergi

20. Punya sifat ingin tahu yang berlebihan. Klo lagi penasaran ama sesuatu, gak bakal berhenti cari tahu sampai puas, whatever it takes

21. Gampang banget terbangun waktu tidur. Orang nyebut nama gua aja udah bisa bikin gua kebangun dan berasa dipanggil. Tapi sebaliknya...gampang banget kembali tidur.

22. Manusia malam. Makin malam, gua ngerasa badan makin segar dan otak makin cespleng. Pagi adalah saat terlemot gua (makanya gua paling males kalo dapat shift pagi. otak gua lama loading-nya)

23. Cinta banget sama telur. Mo telur hewan apa aja, mo dibikin jadi apa aja, gua bakal doyan

24. Pengen tinggal di jepang, pengen juga tinggal di rocky mountain. Tapi pada akhirnya...pengen tinggal di Indo kalo udah tua coz I love this country a lot

25. Sangat suka pada air dan hujan. Di usia yang udah seperempat abad lebih ini, gua masih suka main hujan-hujanan. Hehehe......





|





6:20 PM

Post title : FlaDea : And I Cried
You'll never know the real me.

FlaDea : And I Cried

Rasanya...gua orang yang susah banget nangis walo sesedih dan se-stres apapun. Pada saat sendiri dan (terutama) di depan orang lain. Rasa gengsi gua yang gede lah yang menghalanginya.
Justru pada saat amat sangat marah, gua malah bisa nangis di depan orang (hehehe....aneh ya?).

Sebenernya kadang pengen sih bisa nangis yang puas dan lega depan orang banyak, tapi entah kenapa, selalu ada yang otomatis blok kelenjar air mata gua untuk berfungsi.

Uhm...ada sih 2 orang yang bisa memancing air mata gua walopun udah mati-matian gua tahan. Yaitu (alm) papi dan rizal (yeah...who else?)
Mereka punya cara yang beda. Mereka cuma perlu naro kepala gua di dada ato lengan ato bahu dan bilang : nangis aja sambil ngelus kepala gua dan gua pun langsung nyerah.

Walo gitu, ada juga 1 kali saat Rizal pun gak sukses memancing tangisan gua. :D
Yaitu waktu bokap meninggal dulu.
Awlanya sih, waktu bokap masih dirawat, gua sempat menangis (di telpon pula).
Waktu itu, dokter baru aja menyampaikan vonis kalo bokap sudah mati batang otak yang artinya gak ada harapan lagi. Tepat pada saat gua keluar dari kamar dokter, Inggar nelpon dan bertanya kondisi.
Wah....langsung pecah deh itu tangisan. Saking pecahnya sampai gak bisa ngomong dan Inggar pun gak tahu harus ngomong apa (hehehe....maap Ing klo suasananya jadi awkward).

Tapi itu terakhir kalinya gua nangis.
Saat papi meninggal dan bahkan sampai setelah pemakamannya pun gua gak menangis. Cuman berdiri dan mengikuti semua prosesi aja. Rasanya kayak lagi dalam mimpi.
Gua tahu, sikap gua membuat orang - orang khawatir.
Rizal menggunakan triknya yang biasa untuk memancing gua nangis. Dan waktu trik itu juga gagal, dia lah yang paling panik (hehehe.....gotcha, zal!) ;p

Tapi pada akhirnya gua nangis sih.
Tiga hari setelah pemakaman.
Saat gua sedang di kamar mandi dalam persiapan kembali ke jakarta (kuliah membuat gua gak memungkinkan tinggal sampai hari ke-7 di Makassar).
Saat itu kebayang aja klo gua pergi berarti gua benar - benar meninggalkan papi. Artinya...benar - benar berpisah.
And I cried....
dalam hening.....
saat sendiri.....
di kamar mandi....
tempat yang rasanya paling gak mungkin tapi anehnya terasa paling tepat

Rasanya itu terakhir kalinya gua benar - benar membiarkan air mata gua mengalir bebas.
Setelah itu, gua kembali menahannya lagi mati-matian.
Terkadang terasa menyesakkan...
dan terkadang rasanya tak tertahankan...
Terkadang rasanya pengen dilepaskan aja...
But I just don't know how ;)





|



Saturday, March 14, 2009

5:51 AM

Post title : FlaDea : Jika Aku Meninggal Nanti...
You'll never know the real me.

Jika Aku Meninggal Nanti...

Seperti yang gua tulis di FlaDea sebelumnya, di masa tua nanti gua pengen road trip sendiri (ato berdua kalo saat itu gua punya pasangan hidup) dengan mobil. Dan gua juga membayangkan, klo di saat itu gua bertemu dengan ajal, gua sudah rela.

So...

Jika aku meninggal nanti...
Jangan ada yang menangisi gua. I am not worth your tears anyway Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket. Gua pengen dikenang sambil tersenyum ato tertawa (tapi gua agak ragu soal tertawa. Rasanya gua bukan tipe "joker").

Jika aku meninggal nanti...
Semoga saat itu gua sudah menyelesaikan segala utang lama dan mengikat kembali hubungan yang sempat terurai. Sehingga gua bisa pergi tanpa penyesalan.Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Jika aku meninggal nanti...
Semoga gua tidak menghabiskan akhir hidup gua terkurung dalam kamar rumah sakit. Gua berharap saat terakhir gua adalah di alam bebas ato paling enggak di kamar. Mana pun asal bukan di RS deh.

Jika aku meninggal nanti...
Semoga saat itu gua masih dikelilingi orang - orang yang gua sayangi dan menyayangi gua.Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Jika aku meninggal nanti...
Sampai saat ini gua belum memutuskan apakah gua pengen dipanggil secara tiba-tiba atau secara perlahan.
Serem juga rasanya kalau dipanggil mendadak sementara gua belum siap.
Tapi kalo secara perlahan (misal karena sakit ato apalah) gua gak yakin gua bisa tabah. Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Jika aku meninggal nanti...
Dari kecil, gua sudah sering berpikir klo bisa gua gak pengen sekadar dimakamkan dalam tanah saja. Dulu sih gua pikirnya pengen di-"lepas" di laut.
Tapi setelah gua tahu gimana kondisi tubuh orang tenggelam, gua membatalkan ide ini.

Setelah menonton Elizabeth Town, gua mendapat ide yang lebih menarik. Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

So...sesuai dengan film itu, setelah meninggal nanti (dan kalau agama mengizinkan) gua pengen dikremasi dan abu gua dibiarkan terbang bersama angin. So I could be anywhere. Klo pun sampai akhir waktu gua gak bisa menuntaskan keinginan keliling dunia, setidaknya abu gua lah yang bisa. Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Jika aku meninggal nanti...
Uhm...gua sih bakal jauh lebih senang dibacain yasin ato doa - doa lain, tapi klo ada yang mau putar lagu di pemakaman gua, tolong sekalian putarkan lagu One Sweet Day-nya Mariah Carey & Boyz II Men serta Someday We'll Know-nya Mandy Moore & Jonathan Foreman. Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Jika aku meninggal nanti...
Semoga gua berada di jalan yang diridhoi oleh-Nya.
Amien Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket





|



Thursday, March 05, 2009

5:38 AM

Post title : FlaDea : My Childhood Dreams
You'll never know the real me.

FlaDea : My Childhood Dreams

Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya

Gua adalah tipe anak (semi) autis waktu kecil dulu.
Dan seperti layaknya anak autis lain, gua pun banyak berkhayal dan bermimpi. Impian gua terutama tentang akan hidup seperti apa gua nantinya.

Well...impian gua sejak kecil adalah menjadi seorang (apalagi kalau bukan) DOKTER!!! :p
Klo gak salah ingat, gua sudah memutuskan jadi dokter sejak gua berumur 4 tahun (ehm...gua rasa hal ini sangat terpengaruh dengan kenyataan bahwa bokap gua adalah seorang dokter).
Belum kebayang sih gua mau jadi dokter apa tepatnya. Dulu sempat kepengen jadi spesialis anak, tapi kemudian gua sadar mungkin itu karena bokap gua adalah pediatrician juga. Sementara gua gak terlalu menyukai ilmunya.

Yang pasti, jadi dokter apapun nanti, gua membayangkan bahwa gua akan bekerja di WHO atau lembaga kemanusiaan lainnya. Bekerja di daerah terpencil gitu deh (afrika kayaknya menarik Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket).

Bebaskan mimpimu di angkasa
Warnai bintang di jiwa

Kemudian, saat gua sudah puas mengembara dan dana gua terkumpul, gua pengen punya ranch (karena kuda adalah binatang favorit gua). Klo bisa di Rocky Mountain ato paling gak di Malino (di kampung halaman tercinta). Semoga saat itu, gua sudah memutuskan untuk settle down. Berkeluarga dan punya anak.

Lahir dari keluarga besar, membuat gua juga selalu pengen punya keluarga besar.
Gua selalu ngebayangin serunya punya anak banyak, 10 misalnya Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket. Off course, gak semuanya anak kandung. Gua gak segila itu sampai berniat melahirkan 10x kok Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket.
Yang kebayang oleh gua adalah adopsi (di keluarga besar gua juga banyak yang anak adopsi kok). Dan kalo bisa sih, dari berbagai bangsa dan suku. Pasti rame ntar.
Gua bisa membayangkan itu... (^o^)

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada Yang kuasa
Cinta kita di dunia....selamanya

Dan kalo umur gua masih ada, nanti banget...saat gua sudah berumur, saat gua udah pensiun dan kewajiban gua selesai, gua pengen sekali lagi bertualang. Kali ini sendiri (ato berdua kalo ada pasangan hidup Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket) dengan mobil saja. Mengelilingi Indonesia karena gua pengen mengenal negeri tercinta ini sampai ke sudut - sudut terdalamnya.
Dan mengelilingi dunia kalo masih sempat. Karena gua pengen melihat seluruh tempat di dunia ini.

Cinta kepada hidup
Memberikan senyuman abadi
Walau hidup kadang tak adil
Tapi cinta lengkapi kita

Hehehe....muluk dan jauh amat ya mimpinya? Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Dan semua ini udah gua rencanakan dari masih kecil dulu.
Kalo dilihat lagi sekarang ini, mostly semua impian gua adalah tentang hidup bebas dan bertualang. Hidup tanpa aturan dan ikatan.
Rasanya emang cocok sih dengan pribadi gua. Karena tokoh yang paling membuat gua iri adalah Lucky Luke, si lonesome cowboy yang bertualang sendirian (err...gak nyambung ya kayaknya?).Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Salah satu teman gua pernah bertanya : Apa gua pernah bermimpi yang lain selain itu?

Yah...sejujurnya sih pernah.Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Kesukaan gua pada ilmu sejarah, dinosaurus dan petualangan membuat gua sempat bercita - cita jadi arkeolog dan (klo bisa) paleontolog. Hobi gua pada komputer juga membuat gua pengen berkarir di IT. Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Tapi saat gua teringat mimpi gua yang dulu, gua sadar klo gua lebih memilih mimpi yang pertama.
Karena gua orang yang mempunyai sifat penasaran yang kuat banget. Dan kalo gua memilih jalan lain, seumur hidup gua akan selalu dihantui penasaran seperti apa rasanya jadi dokter.

And so...I choose to pursue my first dream.
Dan gua putuskan bahwa someday...klo gua udah sanggup, gua akan kuliah arkeologi. Bukan untuk apa-apa kok. Hanya untuk memuaskan kecintaan gua pada sejarah.
Sedangkan untuk IT, oh well... gua puas mempelajarinya seperti sekarang ini kok.Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

In bigger picture, gua juga punya mimpi lain lah.
Gua pengen Children's Earth bisa lebih maju dari sekarang.
Trus...gua juga pengen nerusin mimpi lama gua dan Rizal untuk nemuin El Dorado dan menemukan species dinosaurus baru (mungkin gak ya??? Ragu gua ;D) ato menjelajahi Atlantis.
tapi itu mimpi kanak-kanak sih. Hayalan walo bukan berarti gak diniatkan terwujud

Kalo ada yang bertanya, sudah sejauh apa usaha gua dalam mengejar mimpi?
Yah...sejujurnya sih masih jauh. Jauh banget malah! Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
But I still pursue it. Dan gua punya prinsip : GET IT OR DIE HARD TRYING. Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

So...kalo pun sampai akhir waktu nanti gua gak bisa mencapai semuanya, tapi selama gua tahu kalo gua sudah berusaha maksimal untuk mendapatkannya, gua rasa gua gak akan menyesal.
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya

*taken from Nidji - Laskar Pelangi*

Labels:






|



Friday, February 27, 2009

4:56 AM

Post title : FlaDea : Kenapa Ponari Begitu Laris
You'll never know the real me.

FlaDea : Kenapa Ponari Begitu Laris

Iya...kenapa ya?

Hehehe.....gua yang milih topik ini dan gua pula yang kebingungan ampe akhir dengan jawabannya :p.

Awal Ponari muncul, gua hanya mengikuti beritanya secara sekilas.
Gua baru tertarik setelah polemik puyer mulai muncul di TV. Di saat yang sama, berita tentang Ponari juga heboh. Di tv gua liat kalo ternyata Ponari ini hanya memberikan air yang direndam batu (yang katanya berkhasiat). Dan gua pun penasaran, kenapa dokter yang ngasih puyer dijadikan polemik, sementara Ponari yang kasi air rendaman batu malah diminati? Apa yang bikin dia jadi laris?

Hum....mungkin karena emang murah sih ya! Dibanding harus bayar dokter yang sekali konsul aja bisa 30.000-50.000 belum termasuk obat, Ponari jelas jauh lebih murah.

Yang kedua karena emang terbukti manjur.
Walopun berkecimpung di dunia medis, gua sih gak mau menganggap remeh hal-hal non medis karena gua percaya ada kuasa Allah SWT. So....gua yakin bukan Ponari-nya yang sakti, bukan pula air nya yang berkhasiat, tapi karena Allah SWT lah yang berperan sehingga banyak pasien yang sembuh.

Yang ketiga, klo gua bilang sih masyarakat Indo emang lagi hopeless dan desperate. Mereka perlu sosok ajaib yang dianggap bisa jadi penolong. Kebetulan (dalam hal medis) Ponari lah yang muncul.

Udah ah....gua mentok nih. Ntar klo ada ide disambung lagi deh :D

Labels:






|



Saturday, November 29, 2008

10:14 AM

Post title : FunTwo
You'll never know the real me.

Pernah dengar nama FunTwo?
(Klo gak pernah sih kasian amat ya. Hari gini gak tau funTwo? :p).

Nama asli FunTwo adalah Lim Jeon Hyung, seorang pemuda kutu buku berumur 24 tahun dari Korea.

Awalnya FunTwo secara iseng mengupload video dia yang sedang memainkan Canon dengan gitar di youtube. Gak disangka, video itu mendapat respon yang sangat antusias, yang saat ini mencapai lebih dari 100 juta view bila digabung semua video videonya (dan pastinya angka ini akan terus bertambah).

Akhirnya FunTwo ini mendapatkan penghargaan dari youtube, dan menjadi artis tetap youtube! Dan bahkan sekarang ini, FunTwo telah mengadakan konser ataupun menjadi pembuka konser dimana -mana. Pastinya sih...si FunTwo sekarang udah bukan kutu buku lagi ya ;).

Btw sebenarnya ada beberapa juga yg terkenal gara - gara youtube ini dan juga membawakan Canon versi mereka masing-masing :)
Diantaranya adalah JerryC dan Mattrach. Tapi favorit saya tetap FunTwo.
Classic has been so fun with his guitar ;)

Penasaran liat video yang bikin dia terkenal itu?
Then...enjoy this :D



PS : Klo mo tau lebih lanjut tentang FunTwo, mending ke websitenya dia : http://www.funtwo.us





|



Sunday, November 09, 2008

9:18 AM

Post title :
You'll never know the real me.

"Tiap orang diberi 1 impian yang ingin dikejarnya dengan segenap usaha dan sekuat tenaga. Dengan seluruh waktu, setiap tetes darah, setiap butir keringat dan setiap helaan nafas. Bahkan tak peduli walau pun seumur hidup dihabiskan hanya untuk mendapatkan 1 impian itu dan mengorbankan impian lain.
Tiap orang pasti punya mimpi seperti itu.
Sayangnya hanya sedikit yang menemukannya.
Dan lebih sedikit lagi yang berani mengejarnya.
Kalian harus menjadi yang lebih sedikit itu. Dan dari sekarang, carilah impian itu."
-Abi-


Kalimat itu dituliskan Abi (bokapnya Rizal) dalam halaman pertama diary Gotcha (buku diary-nya memang dipesan khusus oleh Abi dengan sampul depan gambar markas Gotcha dan foto kami ber-10 yang gak keren).

Dan selama 15 tahun ke depan, kalimat itu selalu menjadi penyemangat kami dalam mengejar mimpi di hidup ini. Kami bertekad dalam hati bahwa kami akan menjadi kaum yang "lebih sedikit" itu.

Sampai sekarang, mungkin belum ada dari kami yang sudah mencapai mimpi terbesarnya.
Mencapai 100% lho maksud saya. Really get and living in it and not just a sneak peak or whatsoever.
Tapi seenggaknya, kami semua berada di jalur untuk meraihnya.

Oh kecuali Adhi.
Adhi yang impian terbesarnya adalah living life to the fullest.
Dan di akhir waktunya, dia berkata dia telah menjalaninya.

Mengenai gua sendiri, rasanya sih gua juga belum mencapinya.
Yap...benar bahwa gua akhirnya berhasil menjadi yang gua cita-citakan dari kecil (dokter maksudnya).
Tapi....itu bukanlah yang terbesar atopun yang utama.
Menjadi dokter adalah bagian dari proses menuju yang utama itu.

Dan gua sadari sekarang bahwa pergi ke Papua (ato remote areas lainnya) termasuk bagian dari proses itu juga.
Jadi...maaf saja kalo bahkan sampai sekarang pun gua belum bisa melepaskan niat untuk pergi.
Gua tahu kalian gak setuju. Tapi hey...this is my life. Nantinya gua lah yang akan menyesal di kemudian hari kalo mimpi ini gak terkabul (ato seenggaknya gua gak mencoba meraihnya).

Jadi...sudah gua putuskan, saat nanti masa sanksi ini berakhir, gua akan mencoba mendaftar lagi. Mungkin masih tetap di Papua, mungkin juga ke daerah lain, Untuk saat ini, gua belum tahu.
Maaf karena gua gak mengikuti jalan yang kalian kehendaki.
Gua tahu ini egois...But then again....It's my life and I'll take full responsibilty of it :).





|



Thursday, October 09, 2008

11:43 PM

Post title : Dance With My Father
You'll never know the real me.

lIt's october again.
Mau gak mau, setiap kali oktober datang, saya akan merasa bittersweet.
Sweet karena saya bersyukur masih bernafas dan bertahan sampai saat ini.
Bitter karena di bulan ini 4 tahun yang lalu, saya kehilangan pria yang paling saya sayang.

Ah...4 tahun sudah berlalu, masih saja terasa ada kekosongan di hati ini. Masih saja air mata terbit tiap kali mengenang beliau.
Sometimes saya berpikir, mungkin dulu itu harusnya saya nangis aja ya. Yang kencang dan deras sekalian. So now I won't weep anymore.
Would it be possible?

Bahkan sampai sekarang pun saya masih menangis mendengar lagu Luther Vandross yang berjudul "Dance With My Father" karena lagu ini "Papi" banget, "kita" banget deh.

Back when I was a child
Before life removed all the innocence
My father would lift me high
And dance with my mother and me and then
Spin me around till I fell asleep
Then up the stairs he would carry me
And I knew for sure I was loved

Do you remember those times, Pi?
Waktu itu I'i masih kecil dan papi terasa begitu tinggi. I'i biasa naik ke atas kaki Papi dan Papi akan sedikit menunduk supaya tinggi kita hampir sejajar (^o^).
Dan kemudian kita akan berdansa diiringi lagu "Bridge Over Trouble Water". Jatah kita hanya 1 lagu itu saja, Pi. Karena Risma dan Mami sudah menunggu giliran di lagu berikutnya.
Sayangnya, seiring dengan pertambahan umur dan (terutama) bobot tubuh, tradisi ini pun berkurang. Photobucket

If I could get another chance
Another walk, another dance with him
I’d play a song that would never, ever end
How I’d love, love, love to dance with my father again

I always wonder, what song would that be, Pi? Photobucket

Ooh, ooh
When I and my mother would disagree
To get my way I would run from her to him
He’d make me laugh just to comfort me, yeah, yeah
Then finally make me do just what my mama said

Photobucket
Ini "Papi banget".
Sampai sekarang, I'i belum tahu sepenuhnya bagaimana cara Papi bisa membujuk kita untuk mengikuti keinginan Mami. Suddenly, kami mendapati bahwa kami sudah melakukan sesuai dengan yang diinginkan Mami. Bagusnya, Mami jadi bisa dibujuk untuk mengikuti keinginan Mami.
Disitulah kami belajar teknik "Mengalah untuk Menang". Walo kata Papi, itu yang namanya "win win solution". (errr.....sebenarnya gak ada bedanya kan, Pi?) Photobucket

Later that night when I was asleep
He left a dollar under my sheet
Never dreamed that he
Would be gone from me

Photobucket
Di samping "a dollar", ada hiburan lain berupa novel ato komik baru kan, Pi?
Ah...saat itu, I'i juga gak pernah bermimpi Papi akan pergi. Semua kenangan bersama Papi memang manis dan menyenangkan. Tapi sekaligus juga pahit untuk dikenang, Pi.

Sometimes I’d listen outside her door
And I’d hear her, mama cryin’ for him
I pray for her even more than me
I pray for her even more than me

Banyak kali Pi, I'i cuma bisa menangis bersamanya dalam diam. Photobucket

I know I’m prayin’ for much too much
But could You send back the only man she loved
I know You don’t do it usually
But Lord, she’s dyin’ to dance with my father again
Every night I fall asleep
And this is all I ever dream

Ah Papi, masih begitu dikenang dan dirindukan oleh kami.
Katanya sih, kita gak boleh terus mengenang mereka yang sudah "pergi" dari hidup kita. Karena katanya, itu berarti kita gak ikhlas. Dan kalo kita gak ikhlas, mereka gak akan tenang di alam sana.
Photobucket
Tapi I'i gak ngerti, bagaimana caranya kita gak mengenang orang yang kita sayangi?
Dan kata siapa dengan mengenangnya terus, berarti kita gak ikhlas?
Saya sudah bisa mengikhlaskan kepergian Papi kok.
Karena saya selalu berdoa kepada Allah SWT untuk diberikan yang terbaik kepada saya dan orang - orang di sekitar saya.
Karenanya saya percaya, kepergian Papi adalah yang terbaik untuk semuanya termasuk untuk Papi.
Begitu kan, Pi?
Photobucket

Labels:






|


The Witness



W E L C O M E
When our time is up,
When our lives are done,
Will we say we've had our fun?
Will we make a mark this time?
Will we always say we tried?
So let's standing on the rooftops,
Everybody, let's scream your heart out.
I'm imperfect and I'm Lovin' It.
I'm the only witness and the only person who can judge my life.
This is my blog so Click here if you hate it.


She pleaded

Roadtrip around the world.
Be a better person than today
Get my dreams
and...
Just living my life to the fullest

Speak Your Heart Out

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

The judges

ARS
Bahtiar
Cupid
Cupid 2
Cupid 3rd
Bridget
Crayon Sinchan
Dewi
Dyah
GG
Guntur
Nurv3
Princess
Rea
Riond
Streamy
Syahrani


The FOOTSTEPS

♥ June 2004
♥ August 2004
♥ September 2004
♥ October 2004
♥ November 2004
♥ December 2004
♥ January 2005
♥ February 2005
♥ March 2005
♥ April 2005
♥ May 2005
♥ June 2005
♥ August 2005
♥ September 2005
♥ October 2005
♥ November 2005
♥ January 2006
♥ February 2006
♥ April 2006
♥ December 2006
♥ November 2007
♥ December 2007
♥ March 2008
♥ April 2008
♥ June 2008
♥ August 2008
♥ September 2008
♥ October 2008
♥ November 2008
♥ February 2009
♥ March 2009
♥ April 2009
♥ August 2009
♥ October 2009

Play A Game

guess.my.number (1 - 100)


My time


Calendar


Her thanks

Designer : PauLeNe
Brushes : xXx
Image : xXx
Software : xXx
Fonts: xXx
Basecodes : xXx
Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com